DZIKIR DAN HAUL AKBAR OLEH 50 RIBU UMAT



Sekitar 50 ribu umat hadiri Dzikir dan Haul Akbar dalam peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-440 di alun-alun setempat, Minggu (14/6). Pendiri Jamaah Al Khidmah, KH Akhmad Asrori Al-Ishaqi pimpin doa penutup pada kegiatan yang menampilkan Habib Taufiq Assegaf dari Pasuruan sebagai penceramah tersebut.

Selain itu, Dzikir dan Haul Akbar itu juga diikuti Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh, Ketua Jamaah Al Khidmah Jatim KH AGus Adib Fanani, KH Akhmad Fatkhur Arifin (Surabaya), KH Hilmi Akhmad (Surabaya) dan Habib Salim Bahrun (Gresik) serta Abdullah Al Hadad (Surabaya). Sementara dari Lamongan, Bupati Masfuk, bersama Wabup Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli serta sejumlah muspida dan ulama setempat terlihat hadir.

Dalam sambutannya, Menkominfo sampaikan esensi kegiatan yang dilangsungkan dalam rangka sambut HJL 440 tersebut. Dikatakannya, apa yang sedang dilakukan itu adalah bagian dari keinginan pribadi, masyarakat dan komunitas untuk menjadi orang-orang, masyarakat dan komunitas yang sholeh.

Terkait HJL ke-440, disampaikan Menkominfo, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni reflektif, introspektif dan perspektif. Dengan melakukan refleksi diri, lanjut dia, berarti mengambil teladan apa yang pernah dilakukan para pendahulu. Kemudian introspektif adalah kegiatan evaluatif di masa sekarang dan perspektif adalah bagaimana berfikir apa yang akan dilakukan dimasa mendatang. “Kalau ini dilakukan InsyaAllah akan memberi faedah (manfaat). Tidak boleh putus asa, serta mewujudkan manfaat itu dalam bentuk ilmu, “ pesan dia.

Sementara Masfuk dalam sambutannya berharap kalimat istighfar dan do’a yang baru saja dilafalkan dibarengi dengan perjuangan. “Tanpa perjuangan, kalimat istighfar dan do’a tidak akan cukup, “ ujar dia. Dilanjutkannya, seperti halnya yang telah dilakukan adipati pertama Lamongan Rangga Hadi yang dilantik pada 10 Dzulhijah 440 tahun lalu, pembangunan di Lamongan saat ini adalah implementasi dari do’a dan perjuangan.

“Sejarah Lamongan adalah sejarah sejarah religius. Sejarah religius itu diawali dengan dilantiknya Rangga Hadi pada 10 Dzulhijah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha oleh Sunan Giri. Rangga Hadi sendiri yang bergelar Tumenggung Surajaya juga dalam membangun Lamongan diiringi dengan perjuangan dan do’a, “ kata dia. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...