LOMBA PIDATO BAHASA MANDARIN



Dinas Pendidikan Lamongan kembali gelar Lomba Pidato Bahasa Mandarin. Lomba yang sudah digelar untuk yang kedua kalinya itu diikuti sejumlah 66 peserta. Pesertanya juga merata dari semua tingkatan pendidikan di Lamongan. Terbanyak dari SD/MI 28 siswa, SMP 14 siswa dan SMA/SMK 24 siswa.

Beberapa peserta cukup percaya diri (pede) dengan tampil membacakan pidato bahasa mandarin tanpa menggunakan teks. Namun ada juga sebagain kecil yang melakukan pidato dengan membawa teks, alias membaca. Peserta lomba dinilai kemampuan bahasa mandarinnya oleh empat orang dewan juri. Yakni Ahmad Tantowi (SMAN 2 Lamongan), Narfi Mayasari (SAMN Paciran), Fahril (SMKN I Lamongan) dan seorang guru SMAN 2 Lamongan dari Republik Rakyat China (RRC) Wang Kai Rui. Dari tiga poin penilaian yakni pelafalan, penampilan dan teks, 60 persen diantaranya akan dinilai dari kejelasan pelafalan dan ketepatan nada.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan Masfuk tandaskan bahwa tidak akan keliru bagi yang mau belajar Bahasa Mandarin. Menurutnya, meski Lamongan dikenal sebagai Kota Santri, namun tetap harus bisa membaca persaingan global. Diuraikannya, manfaat belajar Bahasa Mandarin baru akan dirasakan siswa ketika dia mulai berkompetisi dalam dunia kerja. Karena saat ini perekonomian RRC demikian pesat berkembang, sehingga kebutuhan pasar kerja saat ini juga mensyaratkan kemampuan Bahasa Mandarin.

”Kemampuan Bahasa Mandarin ini akan menjadi investasi keunggulan kompetitif dan pengetahuan siswa Lamongan. Para siswa akan merasakan manfaatnya ketika nanti memasuki dunia kerja. Karena ketika dunia dilanda krisis global dan mengakibatkan negara seperti Singapura kolaps, negara-negara seperti China, India dan Indonesia masih sanggup bertahan, ” jelas dia di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Selasa (16/6).

Dilanjutkannya, kalau ada yang kritik kegunaan diajarkannya Bahasa Mandarin di sekolah-sekolah Lamongan, orang itu pasti primitif. Karena kedepan,sambung dia, kebutuhan akan kemampuan Bahasa Mandarin tidak bisa direm. ”Seperti halnya sekarang kita tidak bisa mengerem internet dan televisi. Kita Cuma bisa mengarahkan. Jangan lupa, empat dari sembilan Wali Songo adalah keturunan Tionghoa, ” ujarnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli itu.

Ditempat yang sama sebelumnya juga dilakukan peletakan batu pertama Masjid An Nur Dinas Pendidikan setempat oleh Masfuk. Diterangkan Kepala Dinas Pendidikan Mustofa Nur, masjid tersebut dibangun secara swakelola dengan anggaran sebesar Rp 852 juta. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...