USIA KAWIN DIBAWAH 20 TAHUN CAPAI 2.452 ORANG



Dari sejumlah 12.591 perkawinan pertama yang terjadi hingga Desember 2008 di Lamongan, 2.452 orang diantaranya lakukan perkawinan saat usianya dibawah 20 tahun. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Lamongan R Hari Purwanto saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program KB di Ruang Sabha Dyaksa kantor Pemkab setempat, Rabu (10/6).

Dijelaskannya, usia kawin pertama di bawah 20 tahun tersebut mencapai 19,47 persen dari keseluruhan perkawinan pertama selama 2008. Selanjutnya yang terbanyak berada di usia 21 hingga 25 tahun sejumlah 8.167 orang atau mencapai 64,86 persen. Menurut Hari, perkawinan pertama saat usia di bawah 20 tahun paling banyak terjadi di Kecamatan Babat dengan 271 perkawinan. Sedang prosentase terbesar terjadi di Kecamatan Bluluk yang mencapai 49,77 persen dari sejumlah 213 perkawinan yang terjadi.

“Berdasar Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2005-2008 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, rata-rata usia kawin pertama wanita adalah 19,44 tahun. Sementara angka harapan hidup penduduk mencapai 67,88 tahun. Karena itu isu ini menjadi isu strategis di Lamongan. Ada beberapa kondisi saat ini yang masih perlu dilakukan pembenahan melalui sosialisasi. Seperti rendahnya pemahaman tentang hak-hak reproduksi. Juga rendahnya posisi remaja putrid dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, “ terang dia.

Ditambahkannya, BPPKB Lamongan pada 2009 menargetkan jumlah keluarga yang ikut kelompok KB aktif diharapkan menjadi 32.050 keluarga. Atau naik 6.110 keluarga (23,55 persen) disbanding peserta 2008 sebesar 25.940 keluarga. Demikian pula jumlah keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I angota Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang memiliki usaha diharapkan naik 100,26 persen. Yakni naik 3.811 keluarga menjadi 7.612 keluarga.

Sementara dalam Rakerda yang dibuka Asisten Tata Praja Agus Sigiarto tersebut, Sekretaris Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Listyawardhani sampaikan Lamongan cukup berhasil dalam program KB. Disaat daerah lain alami penurunan, Lamongan malah alami peningkatan. Dikataknnya, kalaupun angka laju pertambahan pertumbuha penduduk (LPP) capai 0,46, itu karena migrasi. Bukan karena tingkat kelahiran. “Hal ini dikarenakan pembangunan Lamongan yang tumbuh pesat sehingga menimbulkan migrasi pekerja ke Lamongan, “ ujarnya di kegiatan yang diikuti sekitar 120 orang peserta tersebut.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...