PASIEN PUSKESMAS KELUHKAN ANTRIAN LOKET



Sebagian besar pasien Puskesmas di Gresik mengeluhkan antrian pendaftaran diloket yang terlalu lama. Selain lamanya antrian. Kenyataan ini didapati oleh tim surveyor yang mendatangi 2 lokasi Puskesmas yaitu, Puskesmas Duduksampeyan dan Puskesmas Sukomulya, pada Akhir Juli dan Awal Agustus 2009.

Selama seminggu, tim Surveyor yang beranggotakan tokoh masyarakat, LSM dan pihak Dinas Kesehatan ini langsung turun ke kerumunan pasien di 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Duduksampeyan dan Puskesmas Sukomulyo. Beberapa temuan lapangan yang dilaporkan pihak Surveyor ke Bagian Organisasi, Setda Gresik antara lain, Banyak pasien perempuan menginginkan adanya dokter Spesialis kandungan dan anak. Pasien didua Puskesmas ini juga mengeluhkan tentang dokter jaga yang tidak ada serta jam layanan yang tidak on time.”loket belum buka padahal pasien sudah banyak yang antri” ujar Aris salah seorang pasien.

Beda tempat, tentu beda pula pengaduan yang disampaikan pasien. Di Puskesmas Sukomulyo misalnya. Pasien Puskesmas yang terletak di Areal Pemukiman Gresik Kota Baru (GKB) sebelah utara ini banyak mengeluhkan tentang petugas Puskesmas yang kurang ramah dan minimnya penjelasan diagnosa terhadap pasien. Bahkan banyak diantara pasien di Puskesmas ini menyatakan bahwa petugas obat kurang cepat dan obat yang diterima kurang manjur.

Sedangkan Pasien di Puskesmas Duduksampeyan banyak mengeluhkan fasilitas umum di Puskesmas tersebut kurang memadai. Hal ini seperti disampaikan oleh seorang pasien yang bernama M. Zainuddin.” Kalau hari Senin seperti sekarang ini sulit untuk memarkir kendaraan. Terpaksa saya harus menunggu di tepi jalan. Mestinya Puskesmas ini menyediakan tempat parkir yang lebih luas karena letaknya di tepi jalan raya” ujarnya.

Tentang kegiatan survey yang telah dilaksanakan di 2 Puskesmas tersebut, Kepala Bagian Organisasi Setda Gresik, Malahatul Fardah menjelaskan, Survey dilaksanakan sejak Selasa (28/7) dan berakhir hingga Selasa (11/8). Kegiatan survey ini sebagai program dari Tahun peningkatan pelayanan Publik 2009 yang terlah dicanangkan oleh Bupati Gresik beberapa saat yang lalu.

Program ini merupakan kerjasama antara Pemkab Gresik, Kementerian Negara dan Pendayagunaan Aparatur Negara serta didukung oleh Pemerintah Federasi Jerman melalui Deutsche Gesellschaft feur Technische Zusammenarbeit (GTZ). ”sampai Sabtu (8/8) kami telah melaksanakan survey kepada 2246 orang masing-masing 1157 pasien Puskesmas Sukomulyo dengan 3748 pengaduan yang kami kelompokkan menjadi 24 macam jenis keluhan. Sedangkan di Puskesmas Duduksampeyan ada 1089 orang pasien responden dengan 5996 pengaduan, pengaduan tersebut kami kelompokkan menjadi 31 jenis.

Dari survey tersebut kami mendapat pengaduan Survey yang kami lakukan ini merupakan satu tahapan penerapan manual praktis peningkatan pelayanan public berbasis partisipasi masyarakat. Output dari program ini yaitu janji layanan dan rekomendasi perbaikan. (sdm, Humas Pemkab Gresik)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...