KONSULAT USA KAGUMI KETERBUKAAN INVESTASI LAMONGAN



Keterbukaan pada investor yang akan menanamkan modalnya dan sejarah bahwa Lamongan pernah ada warganya yang terkait terorisme adalah dua hal yang sangat kontradiktif. Terutama pada isu kemanan. Namun ternyata dua kontradiksi tersebut bisa diseimbangkan oleh Bupati Lamongan Masfuk sehingga investor berdatangan ke Lamongan.

Itu adalah salah satu hal yang menjadi ketertarikan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Caryn McClelland saat lakukan kunjungan kehormatan dan silaturrahmi dengan Bupati Lamongan Masfuk di ruang kerja Bupati kemarin (20/10). Dalam lawatnnya tersebut Caryn ditemani seorang public affairs assistant konsulat, Esti Durahsanti.

“Bagaimana Pak Masfuk bisa menyeimbangkan kedua hal yang kontradiktif ini. Padahal investor sangat membutuhkan keamanan, “ tanyanya kepada Masfuk dengan Bahasa Indonesia. Pertanyaan Caryn ini berawal dari fakta bahwa ternyata ada investor besar semacam Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang mau mendirikan usaha di Paciran.

Masfuk sendiri sampaikan bahwa pesatnya perkembangan dan kunjungan ke Wisata Bahari Lamongan atau WBL menjadi kunci jawabnya. Menurut dia, pesatnya turisme adalah bukti nyata bahawa suatu daerah itu aman dan nyaman untuk dikunjungi. Karena wisata itu identik dengan rasa aman. “Tentu saja saya bersama jajaran harus melakukan pendekatan pada investor. Namun dengan adanya WBL menjadikan pendekatan itu lebih mudah, “ ujar dia.

Terkait ketertarikan investor pada Lamongan, Masfuk sampaikan hal itu bukan semata karena adanya regulasi yang jelas, infrastruktur yang memadai maupun ketersediaan tenaga ahli. Namun peran kepala daerah (Bupati) juga memegang peran kunci. Seorang bupati yang tidak kaku dan selalu welcome (terbuka) dengan investor, lanjut Masfuk, juga menjadi faktor penting ketika investor lebih memilih Lamongan dibanding kabupaten lain. “Kepala daerah juga memegang peran penting atas suksesnya otonomi daerah. Tanpa inovasi dan kreatifitas, desentralisasi yang sudah bagus ini tidak akan bisa sejahterakan rakyat, “ katanya.

Isu terorisme juga sempat menjadi bahan perbincangan keduanya. Caryn sempat menanyakan apakah memang karena kemiskinan, sehingga terorisme masih ada di sejumlah daerah di jawa. Sementara menurut Masfuk, selain kemiskinan, terorisme erat kaitannya dengan keyakinan dan solidaritas seorang muslim. “Sekarang Pemkab Lamongan telah menjalankan program beasiswa bagi mereka yang pandai tapi miskin. Ini adalah bagian dari usaha untuk merubah mindset masyarakat menuju kesejahteraan melalui pendidikan, “ terang dia.

Lawatan Caryn di Lamongan itu ditutup pemberian cinderamata berupa buku biografi Presiden Amerika Barrack Obama kepda Masfuk. Caryn juga sampaikan suatau saat akan undang Masfuk untuk menghadiri acara di kediaman Caryn yang ternyata keduanya bertetangga di Surabaya. Caryn juga berharap dalam lawatan berikutnya dapat kunjungi LIS dan WBL. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...