MENYULAP SABUT KELAPA MENJADI KESET BERKUALITAS




Pohon kelapa merupakan pohon yang semua bagian dari pohonnya mempunyai nilai guna. Dari akar sampai daun, pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan serabut kulit buah kelapa untuk diolah menjadi berbagai produk.

Dengan sedikit kreatifitas dan kepedulian terhadap lingkungan, Asroni warga Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memanfaatkan limbah kulit kelapa menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Bahkan, hasil kerajinannya seperti keset, diminati konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Membuat keset sabut kelapa sebenarnya tidaklah sulit. Sabut-sabut kelapa yang di kupas, dijemur untuk selanjutnya digiling dalam mesin agar kandungan airnya hilang sehingga mudah di cabut seluruh serat-seratnya. sebab, serat-serat inilah yang kemudian dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan keset.

Proses selanjutnya adalah memilin serabut menjadi seutas tali. Tali yang telah terbentuk kemudian dianyam menjadi keset beraneka ukuran dan jenis. Meski sederhana, namun kualitas keset limbah sabut kelapa ini tidak kalah dengan keset olahan pabrik. Apalagi, produksi keset warga Jabalsari ini tidak mudah luntur jika terkena air. “Keset sabut kelapa tidak akan luntur warnanya”, ujar Asroni, pengrajin sabut kelapa.

Usaha membuat keset ditekuni Asroni sejak tahun 80-an, selain memanfaatkan limbah yang banyak di sekitar rumahnya, usaha ini mampu menghasilkan keuntungan besar. sebab untuk membuat satu produk keset kecil panjang 50 centimeter hanya dibutuhkan 10 biji sabut kelapa yang dibeli hanya 150 rupiah per bijinya.

Dengan kreativitasnya dan dibantu belasan karyawan, Asroni mampu menghasilkan 30 hingga 70 potong keset. beragam produk pun ditawarkan mulai keset untuk perkantoran maupun untuk rumah tangga .

Kerajinan keset sabut kelapa asal jabalsari ini pun sudah terkenal di seluruh pelosok Indonesia. Setiap bulannya puluhan ribu potong keset pesanan dari Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Papua terus mengalir.

Harga kerajinannya pun sangatlah murah, setiap keset dijual mulai harga 4.500 hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukuran dan coraknya.

Kepedulian terhadap lingkungan seperti yang di lakukan Asroni ini, ternyata juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu disekitar rumah Asroni untuk menambah penghasilan rumah tangga. (86)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

4 comments:

Bumindo Hijau Selaras on 17 July 2012 07:34 said...

Tolong contak person pengerajin keset sabut kelapa di atas ke alamat e-mail saya : diki.martin@gmail.com

Anonymous said...

Tolong contak person pengerajin keset sabut kelapa di atas ke alamat e-mail saya : erna@cococraft,co.id

yasa bali sujati on 2 June 2014 21:53 said...

Klo pengrajin sabut kelapa yg di Denpasar bali dimana ya ? email and no telp klo ada,
kirim balsan ke ybscargo1@gmail.com

yasa bali sujati on 2 June 2014 21:55 said...

Klo pengrajin sabut kelapa di Denpasar Bali dimana yach ? kirim alamat dan detail ke ybscargo1@gmail.com


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...