RITUAL TANAM KEPALA KERBAU, AWALI MUSIM GILING TEBU



Ritual tanam kepala kerbau adalah bagian dari upacara cembengan yaitu upacara awal musim giling tebu. Sesajen berupa tujuh kepala kerbau tertsebut, hanya ditemukan di pabrik gula Tasikmadu Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar Jawa Tengah yang bertujuan meminta kelancaran proses penggilingan tebu (29/04/2010.)

Ritual dimulai dengan arak-arakan sesajen dari balai Desa Suruh dengan berjalan kaki menuju Pabrik Gula Tasik Madu, yang berjarak sekitar dua kilometer. Arak-arakan sesajen berisi bermacam hasil bumi, bubur dan makanan tradisional lainya. Ikut diarak pula, gagar mayang dari dua batang pohon tebu, kembang telon serta tujuh kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan dalam menolak bala.

Sesajen di arak menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias yang diusung warga secara bergantian. Warga percaya sesaji ini akan membawa berkah, terutama bagi para pekerja pabrik yang akan melakukan proses produksi gula pasir.

Sebelum masuk ke lokasi penggilingan, terlebih dahulu tokoh adat setempat memasang sesajen di depan monumen lokomotif yang berada di pintu pabrik. Hal ini dilakukan agar kekuatan jahat, yang berada di sekitar pabrik tidak masuk dan mengganggu proses ritual.

Tumbal jenis ini biasanya untuk gangguan kelas berat. Kegunaannya bukan untuk meredamdan menetralisir makhluk-makhluk yang sifatnya kotor. Kotor dimasukkan ke dalam kotoran, maka lenyap kotorannya karena menyatu. Asalnya dari kotoran kembali ke kotoran.

Setelah itu, sesaji termasuk kepala kerbau dibawa masuk ke dalam pabrik untuk selanjutnya didoakan. Sesajen kemudian diletakkan di sejumlah tempat di dalam pabrik, terutama di depan deretan mesin giling.

Menurut kepala tanaman pabrik Gula Tasikmadu, Sri Harjanto, ritual bertujuan memohon keselamatan kepada Tuhan dalam proses penggilingan tebu, untuk selanjutnya diproses menjadi gula pasir. Sementara kepala kerbau sendiri, adalah simbol dari etos dan semangat dalam bekerja. “Semua simbol memiliki arti tersendiri”, Sri Harjanto.

Ritual berlanjut hingga Jumat pagi (30/04/2010,) dengan upacara temu manten tebu pria dan perempuan yang dimeriahkan layaknya resepsi pernikahan. Upacara ijab dinyatakan setelah pasangan tebu temanten, dimasukkan bersama-sama dengan tebu penggiring di stasiun gilingan.
Syukuran atau selamatan ini dilakukan layaknya syukuran yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya, yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. Syukuran ini bertujuan agar prosesi kirab tebu manten ini berjalan dengan lancar mulai dari awal tebang, angkut, penggilingan sampai dengan akhir penggilingan nanti.
Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun dan merupakan peninggalan Mangkunagoro keempat, penguasa Pura Mangkunegaran Surakarta yang mendirikan pabrik gula ini pada tahun 1871.

Melihat sejarahnya, ritual kepala kerbau ini sangat penting, terutama bagi para pekerja pabrik gula. Selain itu ada nilai-nilai budaya Jawa yang diperlihatkan dalam ritual ini.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...