SULAP LIMBAH STYROFOAM MENJADI UKIRAN DEKORASI DAN INTERIOR


Di bengkel seni yang berlokasi di Desa Pringsewu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah, Ahmad Muslimin bersama seorang temannya setiap hari berkutat dengan limbah styrofoam. Di tangan ahmad Muslimin, limbah stirofoam ini bisa disulap menjadi ukiran dekorasi dan interiror gebyok yang indah dan mempunyai nilai seni tinggi.

Gebyok adalah semacam partisi khas Jawa yang digunakan untuk sekat antar ruang dalam rumah. Fungsinya bukan hanya sebagai partisi, tapi juga sebagai pintu ataupun pengganti dinding.

Ide pembuatan ukiran dekorasi dan gebyog dari bahan baku styrofoam ini bermula dari semakin mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu berkualitas.

Untuk membuat ukiran gebyog styrofoam misalnya, Muslimin memilih styrofoam dari bekas peralatan rumah tangga seperti elektronik. Jenis styrofoam dari bekas packing peralatan elektronik ini dipilih karena jenisnya lebih tebal dan tidak rapuh, jika dibuat motif ukir.

Muslimin sengaja mengumpulkan sisa packing styrofoam peralatan elektronik dari salah satu limbah perusahaan elektronika di kudus. Untuk membuat dekorasi ukir gebyok motif kudus dan jepara, ia memanfaatkan limbah packing styrofoam jenis besar dan kemudian disambung sesuai ukuran, dengan perekat listrik atau perekat karet.

Tanpa harus memotong, styrofoam ini langsung diukir sesuai maal atau gambar motifnya yang sebelumnya sudah digambar diatas kertas dan dilubangi dengan solder. Setelah selesai diukir, proses selanjutnya adalah finishing berupa pengecatan dengan cat kayu.

Lamanya proses finishing ukir gebyok lengkap tergantung jenis motifnya. Jika dekorasi gebyok ukir motif kudus, antara empat minggu sampai dua bulan. Namun untuk dekorasi gebyok ukir jepara lebih mudah, karena tidak begitu rumit motifnya, hanya memakan waktu dua sampai tiga minggu saja.

Gebyok kudus dan jepara dari styrofoam kini mulai dimanfaatkan warga dan para wedding organizer untuk dekorasi dan interior rumah. Berbagai pesanan limbah styrofoam milik Muslimin banyak juga dipesan backdrop studio televisi, backdrop panggung event tertentu atau stand pameran.

Muslimin mematok harga satu gebyok tiga hingga Sepuluh Juta Rupiah, tergantung permintaan motif ukiran Kudus, Jepara atau motif lainnya. Muslimin mengaku pemanfatan limbah ini tak disangka bisa bernilai ekonomis tinggi dan memiliki potensi bisnis menjanjikan bernilai jutaan Rupiah.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...