Berburu Software Gratis di 4shared-4SHARED merupakan salah satu Web storage online terkenal, yakni suatu situs yang menyediakan fasilitas penyimpanan file secara online melalui proses upload dan Download. Dalam hal ini, layanan 4shared bersifat gratis. Karena itu, banyak memiliki peminat, sehingga software yang tersimpan di 4shared, cukup beragam. Di samping proses registrasi yang mudah, 4shared menawarkan banyak sekali[Selengkapnya]
Budidaya Ayam Petarung-Awalnya hanya sekedar iseng untuk hiburan tatkala Muhammad Nasir Kholil banyak mengalami berbagai persoalan hidup. 1 ekor ayam petarung miliknya, selalu menemani pria warga Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti, setelah seharian sibuk bekerja sebagai salah satu anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PKB. Karena hobinya pada ayam petarung, Nasir kemudian mencoba mengawinkan ayamnya dengan indukan[Selengkapnya]

Berlangganan, Masukkan alamat Email

LUCUNYA KONTES KUCING SEHAT TINGKAT NASIONAL

Tak semua orang suka memelihara kucing. Di samping liar dan sering mengotori rumah, kucing juga kerap membawa penyakit yang membahayakan pemiliknya. Namun, kesan tersebut tidak tampak sama sekali saat kita menyaksikan kontes kucing sehat yang di gelar para pecinta kucing Nasional di Gresik Jawa Timur (19/05/2013.)

Bertempat di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, ratusan pecinta berlaga memperlihatkan kucing-kucing yang sehat, cantik dan lucu. Ratusan kucing berbagai jenis, mulai kucing persia, himalaya, eksotik hingga kucing kampung, ambil bagian dalam kontes kucing sehat yang di gelar para pecinta kucing yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ada 2 jenis lomba dalam kontes kucing sehat kali ini, yakni kucing sehat dan kontes kucing. Untuk kucing sehat, tim juri menilai kesehatan kucing dari postur tubuh, warna bulu serta karakternya yang lucu. Sementara, untuk kontes kucing di nilai dari segi kesehatan dan bobotnya.

Sebelum mengikuti lomba, kucing-kucing ini terlebih dahulu di periksa kesehatannya, untuk memastikan jika kucing tersebut benar-benar bebas dari penyakit.

Menurut pemilik kucing, perawatan kucing-kucing ini hampir sama dengan merawat bayi manusia. Bahkan, mereka harus mengeluarkan biaya tidak sedikit terutama saat sakit dan pada saat proses melahirkan. “Suka dukanya sama dengan merawat bayi”, ujar Ela, salah seorang peserta asal Yogyakarta.

Kontes kucing yang di gelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun serikat karyawan petrokimia gresik ke 14 ini, di ikuti 117 kucing dari seluruh nusantara. Berbeda dengan pelaksaan kontes sebelumnya yang bersifat lokal, pelaksanaan kontes kali ini, lebih spesifik pada kucing-kucing sehat yang memiliki tingkat kelucuan dan bobot kesehatan prima.

Kontes kucing sehat yang di gelar secara rutin ini merupakan salah satu upaya menjadikan kucing sebagai binatang sehat, baik sehat bagi kucing maupun bagi pemiliknya.
Selengkapnya...

SEPEDA BAMBU, MERIAHKAN KARNAVAL SEPEDA KUNO SE-NUSANTARA

Sepeda onthel saat ini banyak sekali jenisnya, diantaranya sepeda bambu. Sepeda bambu inipun, turun ke jalan ikut memeriahkan karnaval sepeda kuno se-Nusantara yang di gelar di Lamongan Jawa Timur. Bahkan, akar bambu pun di sulap menjadi aksesoris sepeda yang menawan pula (19/05/2013.)

Transportasi roda dua alias sepeda yang terbuat dari bambu ini, merupakan karya Ahmad Muhtaram, 53 tahun, warga Kecamatan Sepanjang Sidoarjo. Ahmad Muhtaram rela menempuh jarak lebih dari 60 puluh kilo untuk mengikuti karnaval sepeda kuno se-Nusantara Minggu Pagi yang di gelar dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke 444. Sepeda kuno milik Ahmad Muhtaram ini, sempat di tawar sejumlah orang, dengan penawaran teringgi hingga 3 juta rupiah. Namun, pemilik sepeda tidak berniat menjual karyanya.

Ide pembuatan sepeda bambu ini bermula dari keinginan menciptakan kreatifitas sepeda lain dari pada yang lain. Di pilihlah bambu sebagai bahan dasar, lantaran bambu sering di pandang sebelah mata. Namun, pemilihan bambu ini bukan sembarangan. Ahmad Muhtaram memilih bambu bagian bawah atau masyarakat jawa menyebutnya bongkotan.

Sebelum di rangkai menjadi sepeda, bambu terlebih dahulu di rendam dengan air selama kurang lebih dua minggu, agar bambu semakin kuat.

Pembuatan sepeda bambu ini, sangat rumit, membutuhkan ketelatenan, dan daya fikir tinggi untuk menentukan kuat tidaknya bambu di tumpangi hingga berkilo kilo meter.

Bambu yang siap di rangkai, bapak tiga anak ini hanya membutuhkan lem, tali rotan dan mur serta baut. Perajin hanya menggunakan roda dan rantai asli, yang di gunakan pada sepeda pada umumnya. Meski menggunakan lem, rotan dan mur baut, proses perakitan inipun nampak rapi dan terlihat sempurna. Membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga minggu, untuk menyulap bambu menjadi sepeda bernilai jual tinggi.

Cara perawatannyapun tidak rumit. Pemilik sepeda hanya merawatnaya rutin, agar bambu tak mudah keropos. Pemilik sepeda juga memberikan pernis pada bambu, agar lebih kuat dan mengkilap jika di pandang dari kejauhan.

Ahmad Muhtaram juga menambahkan berbagai aksesoris sepeda yang terbuat dari akar kayu tersebut, seperti asesoris burung garuda yang telah di ciptakannya, dengan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Selain itu, rumah lampu sepeda terbuat dari tempurung kepala yang di buat sedemikian rupa seperti aslinya.

Sepeda bambu milik Ahmad Muhtaram di ikutkan dalam karnaval sepeda kuno se nusantara, yang di gelar dalam rangka ulang tahun paguyupan ontoseno yang ke-5, serta memperingati Hari Jadi Kota Lamongan ke 444.

Selain di ikuti sepeda bambu, karnaval sepeda bambu ini di ikuti sekitar 1.200 pencita sepeda kuno dari penjuru Indonesia, tak terkecuali dari Sulawesi dan Kalimantan.
Selengkapnya...

PENEMUAN CANDI DI ATAS BUKIT, DIDUGA PENINGGALAN KERAJAAN AIRLANGGA

Sebuah candi ditemukan di area hutan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (18/05/2013.) Diperkirakan, candi tersebut di bangun pada abad sebelas zaman kerajaan Airlangga dan digunakan sebagai tempat pemujaan. Bahkan, ada dugaan merupakan ibu kota kerajaan Airlangga. Uniknya, ditengah candi tersebut terdapat bangunan semacam tempat air yang melingkar.

Lokasi penemuan candi tersebut berada di tengah hutan Pata’an, Dusun Motor Desa Pataan Kecamatan Sambeng, sekitar 55 kilo meter dari pusat kota Lamongan. Penemuan candi tersebut menggemparkan warga sekitar, karena lokasinya berada di lokasi persawahan warga setempat atau tepatnya di atas bukit, jauh dari pemukiman warga.

Dalam penelusuran dilokasi candi, bagian tepi candi tersebut terbuat dari batu kapur yang tersusun rapi. Masing-masing batu kapur panjangnya berkisar tiga puluh centimeter dan lebar dua puluh centimeter dengan ketebalan berkisar sepuluh hingga lima belas centimeter.

Di sisi lain, terdapat bebatuan hitam dan keras, serta terdapat pahatan khas zaman kerajaan kuno. Sedangkan, dibagian tengah candi terdapat semacam tempat Air yang melingkar yang diperkirakan sebagai petirtaan saat pemujaan. Dindingnya juga terbuat dari batu yang tersusun rapi. Bangunan tersebut, tersambung dengan bangunan aliran Air menuju ke luar candi. Sayangnya, bangunan yang di duga petirtaan tersebut, telah runtuh.

Sementara tak jauh dari lokasi di petirtaan, di temukannya sebuah potongan relief candi dengan pahatan pada zaman kerajaan jauh sebelum Majapahit.

Menurut supriyo, salah satu penemu candi, bangunan tersebut diperkirkan dibangun pada zaman kerajaan Airlangga pada abad sebelas masehi. Karena, di desa Pataan tersebut telah ditemukan prasasti patakan sebagai tanda zaman Airlangga, yang ktersebut telah disimpan di Musium Nasional Trowulan Mojokerto. “Sebelumnya sudah ada penemuan peninggalan zaman kuno”, ujar Supriyo, penemu candi.

Menurut Siswanto, kepala dusun motor desa pataan, sejak dulu candi tersebut disakralkan, sehingga sangat jarang warga yang mendatangi lokasi tersebut. Selain itu di sekitar area candi juga diperkirakan terdapat pemukiman kuno, karena warga sering kali menemukan gerabah serta pecahan guci kuno di sekitar candi.

Warga setempat, tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala melakukan eskavasi atau penggalian, sehingga struktur candi tersebut dapat terlihat secara utuh, sebagai tanda kebesaran kerajaan masa lalu di wilayah kabupaten Lamongan.
Selengkapnya...

SENSASI MENIKMATI UDANG TERBANG ATAU BELALANG

Siapa sangka jika belalang yang selama ini menjadi ancaman petani, justru menjadi makanan khas di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Bahkan serangga jenis belalang kayu tersebut oleh kebanyakan orang disebut udang terbang.

Dimanapun tempat, belalang adalah salah satu jenis serangga yang merugikan bagi petani. Karena memakan segala jenis tanaman, sudah sewajarnya jika petani menganggapnya sebagai musuh besar mereka, selain ulat.

Tapi lain ceritanya bagi masyarakat Gunungkidul, Yogyakarta. Di daerah tersebut serangga jenis belalang kayu dan berwarna coklat ini, justru menjadi makanan khas yang gurih dan banyak diminati oleh masyarakat luas.

Banyak warga desa mijahan yang Setiap pagi hingga siang menjelang, mereka berkeliling ladang milik penduduk, untuk mencari belalang. Dalam hitungan jam, 400 sampai 500 ekor bisa ia dapatkan.

Usai berburu, belalang-belalang tersebut dibersihkan bulu sayapnya, direnteng dengan lidi, dan dijajakan di pinggir jalan. Harganya yang fantastis, yang mencapai rp. 400 per ekor, menjadikannya komoditi tersendiri, di wilayah perbukitan seribu ini.

Sejumlah warung makan di sepanjang jalan wonosari-semanu, tepatnya di kawasan pabrik di desa mijahan tersebut, biasa menyajikan menu belalang goreng.

Sebelum dimasak, isi perut belalang dibuang, dengan cara mematahkan batang lehernya dan isi perut ditarik keluar lalu dibuang. Usai dibersihkan kotorannya, belalang tersebut dicuci, dengan air hangat berulang kali.

Proses selanjutnya adalah menyiapkan bumbu, yang terdiri dari bawang putih, bawang merah dan garam. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan belalang yang sudah dibersihkan dan digoreng. Proses penggorengan harus terus diaduk dan tentunya memakan waktu agak lama, mengingat kulit belalang sangat keras.

Jika belalang di penggorengan sudah berwarna merah hati, artinya belalang sudah matang dan siap disajikan.

Para penikmat belalang mengaku, selain rasanya seperti udang, digoreng hingga kering lebih terasa renyah. Sekalipun belum ada kejelasan, seberapa kandungan vitamin yang ada pada serangga berwarna coklat ini, namun orang mempercayai, belalang ini berprotein tinggi.
Selengkapnya...

MENGOLAH LIMBAH KULIT KETELA DAN KULIT KACANG MENJADI PAKAN TERNAK

Limbah kulit ketela dan kacang biasanya hanya dibuang dan menjadi sampah. Namun, di tangan seorang pemuda asal Pati, Jawa Tengah, limbah buangan pabrik tersebut bisa diolah menjadi pakan ternak sapi bermutu dan bernilai jual tinggi.

Tumpukan sak yang ada di gudang milik Kalimi, Warga Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati adalah limbah kulit kacang yang dibuang pabrik makanan ringan. Di gudang lain adapula limbah kulit ketela hasil buangan dari pabrik tapioka.

Sepintas kedua limbah ini seperti tak bernilai. Bahkan sebagian masyarakat menganggap sampah yang mengotori lingkungan. Namun, siapa sangka dari kedua limbah inilah sebuah produk bernilai jual tinggi bisa diciptakan. Kalimi, bisa menyulap kedua limbah itu menjadi pakan ternak sapi yang bermutu dan bernilai jual tinggi.

Proses yang dilakukan cukup sederhana. Kedua limbah dicampur dan diaduk dengan tambahan beberapa bahan lain seperti bekatul dan biji jagung. Untuk mengurai bahan ini, digunakan bakteri pengurai e.m empat yang diciptakan sendiri oleh Kalimi dari buah-buahan busuk.

Hanya dalam waktu dua hari, proses fermentasi telah mencapai seratus persen dan dilanjutkan dengan penghalusan menggunakan mesin. Tahap akhir adalah pengepakan dalam karung sak ukuran lima puluh kilogram.

Kalimi yang merupakan lulusan sarjana muda, jurusan seni musik tersebut mengaku, ide membuat pakan ternak ini terdorong oleh keinginan membantu ayahnya menyediakan pakan bagi sapinya sepanjang musim. Dengan pengetahuan diperoleh secara otodidak dia akhirnya berhasil mengolah limbah pabrik kacang dan tapioka menjadi pakan ternak.

Menurut Kalimi, awalnya produk pakan ternak buatannya hanya dipakai peternak di desanya. Namun, seiring waktu produk pakan ternak Kalimi telah menyebar hingga ke boyolali dan yogyakarta. Bahkan hingga ke Bali dan beberapa pulau di luar Jawa. “Usaha ini jatuh bangun”, ujarnya.

Kini, dalam sebulan Kalimi memproduksi sedikitnya seratus delapan puluh ton pakan ternak dengan harga jual tujuh puluh ribu rupiah per sak, isi lima puluh kilogram.
Selengkapnya...

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...