TMMD Ke-82, Libatkan Ratusan Personil TNI dan Masyarakat



Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 82 di Lamongan, resmi ditutup oleh Bupati Lamongan Masfuk Senin (22/8) di Markas Kodim 0812 Lamongan. Upacara penutupan itu dihadiri Asisten Perencanaan Kodam V Brawijaya Kolonel Arh I Dewa Ketut Siangan. Sementara dari Lamongan terlihat hadir Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli serta sejumlah muspida setempat.

Lewat upacara itu dilakukan penandatanganan serah terima hasil proyek TMMD dari Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Arh Priyanto kepada Kepala Bappeda Lamongan Ismunawan. Selanjutnya dilakukan pelepasan tanda peserta TMMD secara simbolis oleh Bupati Lamongan.

Kegiatan fisik TMMD tahun ini membangun jalan rabat beton sepanjang 1.577 meter dengan lebar 3 meter. Juga lakukan pembangunan satu buah jembatan ukuran panjang 13,8 meter dan lebar 3,5 meter. Pengerjaan keduanya telah diselesaikan sesuai waktu yang ditetapkan. Selama Program TMMD berlangsung, melibatkan 1 SSK Yonif 521 sebanyak 91 orang, teknisi Yon Zipur-5 sebanyak tujuh orang, 1 SST Kodim 0812 sejumlah 25 orang dan masyarakat sebanyak 100 orang. Serta dengan anggaran sebesar Rp 94,575 juta. Selain itu ada alokasi dana APBD Lamongan sebesar Rp 400 juta dan APBD Propinsi Jatim sejumlah Rp 100 juta.

Selain kegiatan pembangunan fisik, selama TMMD yang dibuka pada 2 Juni lalu oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Soewarno tersebut juga dilakukan berbagai kegiatan penyuluhan. Seperti pembinaan tentang bela Negara, penyuluhan manajemen koperasi, penyuluhan huku, penyuluhan tentang tanah dan hak tanah dan penyuluhan pemberdayaan PKK serta Posyandu. TMMD tahun ini berlangsung di Desa Sukosongo/Kembangbahu

Sementara Masfuk saat membacakan sambutan Gubernur Jatim sampaikan TMMD adalah satu-satunya program pembangunan bangsa yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral oleh beberapa komponen penting bangsa. Yakni rakyat, TNI dan pemerintah serta lembaga kemasyarakatan. “Karena itu kegiatan TMMD menjadi kegiatan yang sangat strategis dan efektif. Baik untuk pembangunan ekonomi maupun pertahanan keamanan dan kesadaran berbangsa dan bernegara, “ kata dia.

Dia juga mengatakan selama pelaksanaan TMMD tersebut sangat dirasakan partisipasi warga desa, Ormas maupun tokoh masyarakat setempat. Diungkapkannya, masyarakat benar-benar terlibat secara langsung dalam melaksanakan pembangunan. Mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunannya. Di Jawa Timur, Program TMMD sendiri berlangsung di enam kabupaten. Yakni Kabupaten Madiun, Lamongan, Bojonegoro, Banyuwangi, Sumenep dan Sampang. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

Paid Review Indonesia
 
  • Hack Facebook Sebagaimana laporan Techcrunch, Firesheep telah di download ribuan kali sejak di luncurkan beberapa waktu lalu. Firesheep adalah salah satu software Add-ons browser Mozilla Firefox terbaru yang di gunakan...
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...